| 10. |
Peraturan mengenai kliring dan penyelesaian Transaksi Bursa
yang meliputi antara lain: |
| |
| a. |
penyelenggaraan kliring; |
| b. |
hak dan kewajiban Anggota Bursa Efek yang melakukan Transaksi
Bursa; dan |
| c. |
peraturan mengenai kesepadanan Efek. |
|
|
11. |
Dalam rangka memproses permohonan izin usaha sebagai Bursa
Efek, Bapepam melakukan penelitian atas kelengkapan dokumen, melakukan wawancara,
serta dapat melakukan pemeriksaan setempat apabila dipandang perlu. |
|
12. |
Perusahaan Efek yang menjadi pemegang saham Bursa Efek
dilarang mempunyai hubungan dengan Perusahaan Efek lain yang juga menjadi
pemegang saham Bursa Efek yang sama melalui: |
| |
| a. |
kepemilikan, baik langsung maupun tidak langsung,
sekurang-kurangnya 20% (dua puluh perseratus) dari saham yang mempunyai hak
suara; |
| b. |
perangkapan jabatan sebagai anggota direksi atau komisaris,
dan Wakil Perusahaan Efek; atau |
| c. |
pengendalian di bidang pengelolaan dan atau kebijaksanaan
perusahaaan baik langsung maupun tidak langsung. |
|
|
13. |
Suatu Efek dapat dicatatkan pada lebih dari satu Bursa Efek. |
|
14. |
Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud dalam angka 1
peraturan ini tidak memenuhi syarat, Bapepam memberikan surat pemberitahuan
kepada pemohon yang menyatakan bahwa: |
| |
| a. |
permohonannya tidak lengkap dengan menggunakan Formulir Nomor
III.A.1-2 lampiran 2 peraturan ini; atau |
| b. |
permohonannya ditolak dengan menggunakan Formulir Nomor
III.A.1-3 lampiran 3 peraturan ini. |
|
|
15. |
Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud dalam angka 1
peraturan ini memenuhi syarat, Bapepam memberikan surat izin usaha Bursa Efek
kepada pemohon dengan Formulir Nomor III.A.1-4 lampiran 4 peraturan ini. |
| |
|
| |
Ditetapkan di : Jakarta
pada tanggal : 17 Januari 1996
BADAN PENGAWAS PASAR MODAL |
| |
Ketua, |
| |
I PUTU GEDE ARY SUTA
NIP 060065493 |
| |
|