PERATURAN NOMOR VIII.G.7 :
PEDOMAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
Kep- 06/PM/2000,  13 Maret 2000


LAPORAN LABA RUGI

1) Pengertian
 

Laporan laba rugi merupakan ringkasan aktivitas usaha perusahaan untuk periode tertentu yang melaporkan hasil usaha bersih atau kerugian yang timbul dari kegiatan usaha dan aktivitas lainnya.

2) Komponen Utama Laporan Laba Rugi
 

Komponen utama laporan laba rugi yang diuraikan di bawah ini menggunakan metode beban fungsional. Bagi jenis-jenis industri tertentu, dimungkinkan untuk menggunakan metode lain yang telah ditentukan.

 
a) Penjualan bersih atau Pendapatan Usaha;
b) Beban Pokok Penjualan;
c) Laba (Rugi) Kotor;
d) Beban Usaha;
e) Laba (Rugi) Usaha;
f) Penghasilan (Beban) Lain-lain;
g) Bagian Laba (Rugi) Perusahaan Asosiasi;
h) Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan;
i) Beban (Penghasilan) Pajak;
j) Laba (Rugi) dari Aktivitas Normal;
k) Pos Luar Biasa;
l) Laba (Rugi) Sebelum Hak Minoritas;
m) Hak Minoritas atas Laba (Rugi) Bersih Anak Perusahaan;
n) Laba (Rugi) Bersih;
 

Pada bagian bawah Laporan Laba Rugi agar dicantumkan:

o) Laba (Rugi) Per Saham Dasar; dan
p) Laba (Rugi) Per Saham Dilusian.
3) Rincian Komponen Laporan Laba Rugi
 
a) Penjualan Bersih atau Pendapatan Usaha
 

Penjualan bersih atau pendapatan usaha merupakan pendapatan yang bersumber dari kegiatan utama perusahaan, seperti penjualan produk, penjualan barang dagangan utama, dan pendapatan jasa.

 

Penjualan atau pendapatan usaha disajikan bersih setelah dikurangi potongan penjualan, retur penjualan dan lain-lain.

b)

Beban Pokok Penjualan Pos ini merupakan nilai tercatat dari persediaan yang dijual untuk menghasilkan penjualan atau pendapatan usaha.

c) Beban Usaha
 

Pos ini merupakan beban kegiatan utama perusahaan, yang pada umumnya dilaporkan dalam dua kategori, yaitu :

 
(1) Beban Penjualan; dan
(2) Beban Umum dan Administrasi.
d) Penghasilan (Beban) Lain-lain
 
(1)

Penghasilan (Beban) Lain-lain merupakan penghasilan dan beban yang tidak dapat dihubungkan langsung dengan kegiatan usaha utama perusahaan.

(2)

Penghasilan (Beban) Lain-Lain disajikan dengan merinci antara lain: laba (rugi) penjualan aktiva tetap, laba (rugi) kurs, pendapatan bunga, dan beban bunga.

e)

Bagian Laba (Rugi) Perusahaan Asosiasi Pos ini merupakan laba (rugi) perusahaan asosiasi pada periode berjalan yang diakui oleh perusahaan sesuai dengan persentase kepemilikan.

f) Beban (Penghasilan) Pajak 
 

Pos ini merupakan jumlah agregat pajak kini (current tax) dan pajak tangguhan (deferred tax) yang diperhitungkan dalam perhitungan laba atau rugi pada periode berjalan.

g) Pos Luar Biasa
 

Pos ini berasal dari suatu kejadian atau transaksi yang memenuhi kriteria tidak normal (unusual) dan tidak sering terjadi (infrequent).

 

Pos luar biasa disajikan bersih setelah memperhitungkan pajak.

h)

Hak Minoritas Atas Laba (Rugi) Bersih Anak Perusahaan

 

Pos ini merupakan bagian laba (rugi) bersih dari anak perusahaan yang tidak dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh induk perusahaan.

i) Laba (Rugi) Per Saham Dasar
 

Pos ini merupakan jumlah laba (rugi) bersih pada suatu periode yang tersedia untuk setiap saham biasa yang beredar selama periode pelaporan.

j) Laba (Rugi) Per Saham Dilusian
 

Pos ini merupakan jumlah laba (rugi) pada suatu periode yang tersedia untuk setiap saham biasa yang beredar selama periode pelaporan dan saham biasa yang asumsinya diterbitkan bagi semua efek berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif yang beredar sepanjang periode pelaporan.

 

Jumlah saham biasa yang akan diterbitkan saat konversi efek berpotensi saham biasa ditentukan sesuai persyaratan efek berpotensi saham biasa tersebut. Penghitungan ini mengasumsikan nilai konversi atau harga pelaksanaan yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang efek berpotensi saham biasa.

   

INDEX LAPORAN KEUANGAN